Kamis, 17 September 2015

WARNA KESUKAAN

Saya pecinta warna hitam. Kalau saya melihat warna hitam gambaran pertama yang muncul adalah acara hitam putih yang dipandu oleh Deddy. C. Seperti yang kita tahu sebelumnya Deddy . C sebelumnya adalah seorang pesulap ternama di Indonesia yang sekarang menjadi salah satu host yang paling terkenal di Indonesia. Warna yang paling melekat pada seorang Deddy adalah hitam. menampilkan sosok yang misterius tapi mengesankan dan berkharisma.

Saya bukan fans Deddy. C 100 % tapi saya suka kepribadian yang ditampilkan melalui warna hitam yang selalu melekat dan menonjol dari pakaian, aksesoris, sepatu, celana, bahkan sampai riasan mata yang begitu identik dengan warna kesukaan saya. Saya sudah membaca kepribadian seseorang yang suka warna hitam, yaitu sosok yang serius, mengesankan, tidak emosional, mandiri dan detail. Walaupun warna hitam itu sering dikaitkan dengan misteri. Bagi saya warna tersebut berkharisma. Saya suka hitam.
  
Sumber Pustaka 

Huang, E. (2015). Color personality. Medan: PPA.

Vawh. (2015, September 1). Mistic colour. Retrieved September 17, 2015, from Mistic colour: https://en.wikipedia.org/wiki/Color


Admin psikologi. (2014, Agustus 7). Retrieved sepetember 17, 2015, from http://informasitips.com/kepribadian-si-penyuka-warna-hitam
 

Kamis, 27 Agustus 2015

saya cinta Indonesia

saya cinta Indonesia


Keindahan alam
Indonesia kaya akan budaya. Saya cinta Indonesia. Indonesia memiliki banyak ragam akan makanan daerah seperti sate padang, ketoprak, gado-gado, bakso, rendang dlln. Tari daerah seperti tari tor-tor, tari topeng, tari pendet, tari dayak dlln. Indonesia sungguh luar biasa.

Kita sebagai warga Indonesia yang baik haruslah menjadi warga in action artinya berkesinambungan dalam teori maupun praktik. Marilah menjadi pribadi yang proaktif artinya tidak menunggu dan secara nyata bertindak dan dimulai dari diri sendiri tanpa menunjuk orang lain. Sudahkah anda proaktif?
 Pendidikan wajib 12 tahun tidak akan mampu mengembangkan secara utuh potensi dan bakat yang dimiliki oleh generasi penerus. Perlulah para orangtua, pemerhati pendidikan dan aparat-aparat yang konsen menyediakan sarana dan prasarana

(Merici, 2015)




Sumber:
Merici, A. (2015, 09 03). Keseose Blog. Retrieved 09 10, 2015, from Keseose Blog: http://keseose.blogspot.co.id/?view=classic